Tips Untuk Menghadapi Ujian Nasional
Berikut sedikit Tips Menghadapi Ujian Nasional
1. Persiapan Awal yang Matang
Bawalah semua alat tulis yang kamu
butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan),
penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan
membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.
2. Tetap Tenang dan percaya diri
Yakinkan pada diri kamu bahwa kamu sudah
siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik. Karena percaya diri
merupakan poin penting dari salah satu kesiapan dalam ujian nasional.
Tanpa adanya kepercayaan diri terkadang otak kita bisa blank hilang
konsentrasi. Caranya bisa dengan duduk yang tenang, santai, rileks.
3. Baca, Cermati lalu Pahami baru mengerjakan soal
Tips Menghadapi Ujian Nasional
yang ini sangat penting, Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian
untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci
dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing
soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang
tersulit. Ketika kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul
yang akan digunakan sebagai jawaban.
4. Hati-hari dalam mengisi Lembar Jawaban Komputer (LJK)
Dalam mengisi Lembar Jawab Komputer
(LJK) sebaiknya hati-hati, jangan sampai basah, terlipat dan selalu
menjaga LJK dari minyak, jika hal ini terjadi yang ditakutkan adalah
tidak mesin scanner tidak dapat mendeteksi jawaban anda. Tentunya hal
ini sangat fatal.
5. Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
Periksa jawabanmu; hindari keinginan
untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua
soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua
pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa
dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan
(misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu
yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.
6. Awali dan Akhiri dengan berdoa
Sebelum kita mulai mengerjakan dan
sesudah mengerjakan jangan lupa berdoa kepada Tuhan agar diberikan hasil
yang baik. Kita hanya bisa berusaha, Tuhan yang menentukan. Tuhan
senantiasa akan melihat kesungguhan usaha kita. Tuhan pun akan melihat
kesungguhan hambaNya untuk melakukan suatu usaha jika hambaNya
mengiringi usahanya tersebut dengan berdoa.
Jika Anda berhasil lulus Ujian, Selamat! Jika tidak sesuai apa yang Anda harapkan, Ingat bahwa ini bukanlah akhir dari hidup Anda. Jika ada kesempatan mengulang, tingkatkan usaha dan kemampuan Anda!
Mudah-mudahan tips menghadapi ujian nasional diatas bermanfaat. Semoga sukses…..
Read more: Tips Menghadapi Ujian Nasional
Label:
Pendidikan
Sejarah Jepang Masuk ke Indonesia
Tentara
angkatan ke-16 pimpinan Letnan Jenderal Hitoshi Imamura diberikan mandat untuk
memegang kekuasaan di wilayah Jawa. Pada umumnya Jawa dianggap sebagai daerah
yang secara politik paling maju namun secara ekonomi kurang penting, sumber
dayanya yang utama adalah manusia.[4]
Hal ini memang sangat dibutuhkan oleh Jepang, mengingat niat awal mereka untuk
menduduki kawasan Asia Tenggara adalah membangun Kawasan Persemakmuran Bersama
Asia Raya.
Pada awal kedatangannya Jepang disambut baik oleh
orang-orang Jawa yang beranggapan bahwa kedatangan tentara Jepang sesuai dengan
ramalan Joyoboyo.[5] Oleh sebab itu, ketika tentara
Jepang mendirikan pemerintahan militernya orang-orang Jawa menerimanya dengan
sukarela. Di samping itu, bagian propaganda (Sendenbu)[6]
Jepang telah pula melakukan aksinya dengan pelbagai macam pendekatan terhadap
rakyat, diantaranya; mendirikan Gerakan Tiga A dengan slogannya yang terkenal:
Jepang Cahaya Asia, Jepang Pelindung Asia, Jepang Saudara Asia; mengangkat
orang-orang pribumi dalam pelbagai pemerintahan yang prinsip turun-temurunnya
dihapuskan; menetapkan wilayah-wilayah voorstenlanden sebagai kochi
(daerah istimewa). Maksudnya agar tentara Jepang yang mendirikan pemerintah
militernya dapat diterima oleh penduduk pribumi. Tujuan utama pendudukan Jepang
di Jawa adalah menyusun dan mengarahkan kembali perekonomian peninggalan
pemerintah Hindia Belanda dalam rangka menopang upaya perang Jepang dan
rencana-rencananya bagi ekonomi jangka panjang terhadap Asia Timur dan
Tenggara.[7]
Tujuan utama ini mengarahkan kebijakan-kebijakan pemerintah militer untuk
menghapuskan pengaruh-pengaruh barat di kalangan rakyat Jawa dan memobilisasi
rakyat Jawa demi kemenangan Jepang dalam perang Asia Timur Raya.[8]
Sejak membentuk pemerintahan
militernya, Jepang membuat banyak sekali perubahan dalam bidang pemerintahan.
Perubahan tersebut terjadi di tingkat atas maupun di tingkat bawah. Tanggal 1
Agustus 1942, saat dikeluarkannya undang-undang perubahan tata pemerintahan di
Jawa, Jepang menetapkan bahwa seluruh daerah di Jawa dibagi menjadi Syu,
Si, Ken, Gun, Son, dan Ku, kecuali Surakarta
dan Yogyakarta yang ditetapkan sebagai kooti (kerajaan) dan
Batavia sebagai Tokubetsu Si (ibukota pemerintah militer). Pembagian
pulau Jawa atas provinsi-provinsi juga dihapuskan.
Sejarah Jepang masuk ke Indonesia, khususnya ketika menduduki Pulau Jawa tahun
1942-1945 telah membawa banyak perubahan yang sangat berarti bagi perkembangan Jawa
di masa berikutnya. Periode ini merupakan salah satu bagian dari perjalanan
penting sejarah besar bangsa ini untuk melangkah ke masa depan. Masa ini telah
terjadi berbagai perubahan yang mendasar pada alam sendi-sendi kehidupan
masyarakat Indonesia. Masa pendudukan Jepang di Indonesia selama tiga setengah
tahun tersebut sering dipandang sebagai masa yang singkat tetapi akibat yang
diterima oleh masyarakat sebanding dengan masa penjajahan Belanda sebelumnya
dengan jangka waktu yang lebih lama.[9]
Label:
Pendidikan,
Perjuangan
Penemu Pesawat Terbang
Pesawat terbang saat ini telah menjadi
salah satu moda transportasi yang paling digemari. Salah satu
keunggulan pesawat terbang adalah kemampuannya mengangkut barang atau
orang dalam rentang jarak yang jauh tapi tidak memakan waktu yang lama.
Jika dibandingkan dengan alat transportasi lainnya, boleh jadi pesawat
terbanglah yang paling efektif soal waktu. Tahukah Anda siapa penemu pesawat terbang? Wright bersaudara: Orville Wright dan Wilbur Wright. Siap-siap berkenalan dengan dua orang jenius ini ya!
Wilbur Wright dan juga Orville Wright adalah dua orang kakak adik yang tercatat sebagai penemu pesawat terbang. Orville Wright lahir pada tanggal 19 Agustus 1871 dan meninggal pada tahun 1948. Sementara itu Wilbur Wright, sang adik lahir pada tanggal 16 April tahun 1867 dan wafat di tahun 1912. Selanjutnya mereka dikenal dengan nama Wright Brothers sang penemu pesawat terbang. Sebenarnya, gagasan mengenai pesawat terbang telah ada jauh hari sebelum Wright bersaudara hidup. Ide mengenai peswat terbang ini sudah ada setidaknya sejak tahun 200 Sebelum Masehi. Hal ini terlihat dari gambae-gambar kuno yang terlihat di atas langit-langit sebuah kuil bekas peninggalan Mesir Kuno. Selain itu, tepat di tahun 1898, ditemukan sebuah replika pesawat terbang di sebuah makam kuno di Mesir. Semua hal ini mengindikasikan ide terkait pesawat telah lama mucul. Hanya saja, tokoh yang pertama kali berhasil secara efektif merealisasikan ide tersebut dengan berhasil menerbangkan sebuah pesawat adalah Wright bersaudara. Mereka terinspirasi dengan burung yang mampu terbang dengan memanfaatkan keseimbangan udara.
Wilbur Wright dan juga Orville Wright adalah dua orang kakak adik yang tercatat sebagai penemu pesawat terbang. Orville Wright lahir pada tanggal 19 Agustus 1871 dan meninggal pada tahun 1948. Sementara itu Wilbur Wright, sang adik lahir pada tanggal 16 April tahun 1867 dan wafat di tahun 1912. Selanjutnya mereka dikenal dengan nama Wright Brothers sang penemu pesawat terbang. Sebenarnya, gagasan mengenai pesawat terbang telah ada jauh hari sebelum Wright bersaudara hidup. Ide mengenai peswat terbang ini sudah ada setidaknya sejak tahun 200 Sebelum Masehi. Hal ini terlihat dari gambae-gambar kuno yang terlihat di atas langit-langit sebuah kuil bekas peninggalan Mesir Kuno. Selain itu, tepat di tahun 1898, ditemukan sebuah replika pesawat terbang di sebuah makam kuno di Mesir. Semua hal ini mengindikasikan ide terkait pesawat telah lama mucul. Hanya saja, tokoh yang pertama kali berhasil secara efektif merealisasikan ide tersebut dengan berhasil menerbangkan sebuah pesawat adalah Wright bersaudara. Mereka terinspirasi dengan burung yang mampu terbang dengan memanfaatkan keseimbangan udara.
![]() |
| Orville Wright |
![]() |
| Wilbur Wright |
Label:
Pendidikan
1. Kedatangan Bangsa Belanda
2. Penindasan lewat VOC
3. Penindasan lewat kerja paksa, penarikan pajak, dan tanam paksa
a. Perlawanan terhadap VOC
b. Perlawanan Pattimura (1817)
c. Perang Padri (1821-1837)
d. Perang Diponegoro (1925-1830)
Dari beberapa perlawanan yang dilakukan oleh rakyat di berbagai daerah pada awalnya mengalami kemenangan tetapi pada akhirnya mengalami kekalahan. Hal itu disebabkan karena beberapa hal antara lain :
1. Rakyat tidak bersatu, tetapi berjuang secara kedaerahan.
2. Rakyat mudah diadu domba, ingat politik devide et impera (politik adu domba).
3. Kurangnya persenjataan.
Satuhal yang patut ingat dan diteladani adalah :
1. Semua para pahlawan berjuang dengan rela berkorban dan tanpa pamrih
2. Para pahlawan memiliki jiwa dan semangat hidup gotong royong yang tinggi
3. Perlawanan rakyat menunjukkan bahwa semua rakyat menolak segala bentuk penjajahan
Sumber : http://asagenerasiku.blogspot.com/2012/05/perjuangan-rakyat-melawan-penjajah.html
Sebab dan Tujuan Kedatangan Bangsa BaratSecara umum, kedatangan
bangsa Eropa ke Asia termasuk ke Indonesia dilandasi keinginan mereka
untuk berdagang, menyalurkan jiwa penjelajah, dan menyebarkan agama.
Adapun sebab dan tujuan bangsa Eropa ke dunia Timur adalah sebagai
berikut :v Mencari kekayaan termasuk berdagangv Menyalurkan jiwa
penjelajahv Meyakini Keberadaan Prester Johnv Menyebarkan agamav Mencari
kemuliaan bangsaSejak abad ke -13, rempah-rempah memang merupakan bahan
dagang yang sangat menguntungkan. Hal ini mendorong orang-orang Eropa
berusaha mencari harta kekayaan ini sekalipun menjelajah semudera.
Keinginan ini diperkuat dengan adanya jiwa penjelajah. Bangsa Eropa
dikenal sebagai bangsa penjelajah, terutama untuk menemukan
daerah-daerah baru. Mereka berlomba-lomba meninggalkan Eropa. Mereka
yakin bahwa jika berlayar ke satu arah, maka mereka akan kembali ke
tempat semula. Selain itu, orang-orang Eropa terutama Protugis dan
Spanyol yakin bahwa di luar Eropa ada Prestor John (kerajaan dan
penduduknya beragama Kristen). Oleh karena itu, mereka berani berlayar
jauh. Mereka yakin akan bertemu dengan orang-orang seagama.Di luar
faktor yang disebutkan di atas, orang-orang Eropa yang sebagian besar
beragama Kristen terdorong pula untuk pergi ke mana pun guna mewartakan
Injil (Gospel). Mereka percaya bahwa mewartakan Injil kepada orang-orang
yang belum mengenal Tuhan adalah salah satu panggilan hidupnya. Selain
menyebarkan Injil, mereka juga berusaha mencari kekayaan (gold) dan
kebanggaan serta kejayaan (glory) bagi negaranya.Pada awalnya, tujuan
kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia hanya untuk membeli rempah-rempah
dari para petani Indonesia. Namun, dengan semakin meningkatnya kebutuhan
industri di Eropa akan rempah-rempah, mereka kemudian mengklaim
daerah-daerah yang mereka kunjungi sebagai daerah kekuasaannya. Di
tempat-tempat ini, bangsa Eropa memonopoli perdagangan rempah-rempah dan
mengeruk kekayaan alam sebanyak mungkin. Dengan memonopoli perdagangan
rempah-rempah, bangsa Eropa menjadi satu-satunya pembeli bahan-bahan
ini. Akibatnya, harga bahan-bahan ini pun sangat ditentukan oleh mereka.
Untuk memperoleh hak monopoli perdagangan ini, bangsa Eropa tidak
jarang melakukan pemaksaan. Penguasaan sering dilakukan terhadap para
penguasa setempat melalui suatu perjanjian yang umumnya menguntungkan
bangsa Eropa. Selain itu, mereka selalu turut campur dalam urusan
politik suatu daerah. Bangsa Eropa tidak jarang mengadu domba berbagai
kelompok masyarakat dan kemudian mendukung salah satunya. Dengan cara
seperti ini, mereka dengan mudah dapat mempengaruhi penguasa untuk
memberikan hak-hak istimewa dalam berdagang.1. Bangsa PortugisEkspedisi
pertama untuk mencari jalan langsung ke Indonesia dirintis oleh bangsa
Portugis dan Spanyol. Bangsa-bangsa lain seperti Inggris, Prancis, dan
Belanda baru melakukan ekspedisi setelah kedua bangsa ini menemukan
jalan ke Indonesia.Orang Portugis pertama yang mencoba mencari jalan
baru ke Indonesia adalah Bartholomeus Diaz. Ia meninggalkan Portugal
pada tahun 1486. Ia menyusuri pantai barat Afrika hingga tiba di Tanjung
Harapan baik, namun ia gagal mencapai Indonesia. Setelah Bartholomeus
Diaz menemukan jalan ke timur di Tanjung Harapan Baik (Afrika Selatan),
upaya mencari jalan ke Indonesia diteruskan oleh armada-armada Portugis
berikutnya.Armada Portugis berikutnya yang mencoba berlayar ke Indonesia
dipimpin oleh Vasco da Gama. Mereka berangkat pada tahun 1497 dan
berhasil melewati Tanjung Harapan Baik. Sewaktu tiba di Pelabuhan
Malinda (Afrika Timur), mereka bertemu dengan pedagang-pedagang Arab dan
India. Namun, jalan ke Asia Tenggara tetap dirahasiakan oleh para
pedagang tersebut. Oleh karena itu, orang-orang Portugis melanjutkan
perjalannya menyusuri pantai timur Afrika. Mereka harus melewati
perairan dengan ombak yang sangat besar. Daerah itu terletak di timur
laut Afrika terutama di sekitar Ujung Tanduk. Oleh karena itu, daerah
ini disebut Guadafui (berhati-hatilah).Ekspedisi ini kemudian berhasil
melewati selat di ujung selatan Laut Merah yang disebutnya Bab el Mandeb
(Gapura Air Mata). Pada tahun 1498, Vasco da Gama tiba di Kalikut
(India). Sejak saat itu, perdagangan antara orang Eropa dan India tidak
lagi melalui jalur Laut Tengah melainkan melalui pantai timur
Afrika.Namun, penemuan ini belum juga memuaskan bangsa Portugis. Mereka
ingin menjelajahi daerah timur lainnya yakni Malaka dan Maluku.Pada
waktu itu, di Asia Tenggara terdapat salah satu daerah pusat perdagangan
yang sangat ramai dikunjungi. Daerah tersebut adalah Malaka sedangkan
daerah sumber rempah-rempahnya adalah Maluku. Bagi Portugis, cara
termudah menguasai perdagangan di sekitar Malaka termasuk di Maluku
adalah dengan merebut atau menguasai Malaka. Kolonialisme Portugis di
Indonesia dimulai sejak kedatangan Alfanso d’Albuquerque di Maluku. Pada
tahun 1511, ekspedisi Portugis di bawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque
berhasil menaklukkan Malaka. Dari sana, mereka menuju Maluku dan
diterima dengan baik oleh raja Ternate. Mereka diperkenankan berdagang
dan membangun benteng di ternate.2. Bangsa SpanyolPelopor bangsa Spanyol
yang mencari jalan langsung ke Indonesia adalah Christopher Columbus,
ia berjalan kearah barat. Setelah dua bulan, ia sampai di sebuah pulau
yang kemudian dinamakan San Salvador. Columbus gagal mencapai
India.Setelah Columbus gagal menemukan India, ekspedisi Spanyol
selanjutnya ke daerah rempah – rempah dipelopori oleh Ferinand Magellan.
Berbeda dengan armada Portugis, pada tahun 1519 Magellan berangkat
melalui Samudera Atlantik. Setelah melewati ujung Amerika Selatan, ia
masuk ke Samudera Pasifik. Ia tiba di Filipina pada tahun 1521. sewaktu
mencoba mengatasi perang antarsuku di Cebu, Magellan terbunuh. Ia
digantikan oleh Del Cano. Dalam perjalanan kembali ke Spanyol, mereka
singgah di Tidore. Sejak saat itu, terjalin kerja sama antara Spanyol
dan Tidore. Kerja sama itu tidak hanya dalam hal perdagangan, tetapi
juga diperkuat dengan dibangunnya benteng Spanyol di Tidore. Kondisi
tersebut tentu saja menyebabkan antara Portugis dan Spanyol saat itu,
Portugis membuka kantor dagangnya di Ternate. Portugis merasa terancam
dengan hadirnya Spanyol di Tidore. Hal ini diperkuat lagi dengan
kenyataan bahwa Tidore dan Ternate telah lama bermusuhan. Dengan alasan
tersebut, Portugis yang didukung pasukan Tidore. Benteng Spanyol di
Tidore dapat direbut Portugis. Namun, berkat perantara Paus di Roma,
Portugis dan Spanyol akhirnya mengadakan perjanjian yang disebut
Perjanjian Zaragosa. Berdasarkan perjanjian itu, Maluku dikuasai
Portugis sedangkan Filipina dikuasai Sepanyol.3. Bangsa
InggrisKedatangan bangsa Inggris ke Indonesia dirintis oleh Francis
Drake dan Thomas Cavendish. Dengan mengikuti jalur yang dilalui
Magellan, pada tahun 1579 Francis Drake berlayar ke Indonesia. Armadanya
berhasil membawa rempah-rempah dari Ternate dan kembali ke Inggris
lewat Samudera Hindia. Perjalanan beriktunya dilakukan pada tahun 1586
oleh Thomas Cavendish melewati jalur yang sama.Pengalaman kedua pelaut
tersebut mendorong Ratu Elizabeth I meningkatkan pelayaran
internasioalnya. Hal ini dilakukan dalam rangka menggalakan ekspor wol,
menyaingi perdagangan Spanyol, dan mencari rempah-rempah. Ratu Elizabeth
I kemudian memberi hak istimewa kepada EIC (East Indian Company) untuk
mengurus perdagangan dengan Asia. EIC kemudian mengirim armadanya ke
Indonesia. Armada EIC yang dipimpin James Lancestor berhasil melewati
jalan Portugis (lewat Afrika). Namun, mereka gagal mencapai Indonesia
karena diserang Portugis dan bajak laut Melayu di selat Malaka.Awal abad
ke 17, Inggris telah memiliki jajahan di India dan terus berusaha
mengembangkan pengaruhnya di Asia Tenggara, kahususnya di Indonesia.
Kolonialisme Inggris di Hindia Belanda dimulai tahun 1604. menurut
catatan sejarah, sejak pertama kali tiba di Indonesia tahun 1604, EIC
mendirikan kantor-kantor dagangnya. Di antaranya di Ambon, Aceh,
Jayakarta, Banjar, Japara, dan Makassar.Walaupun demikian, armada
Inggris tidak mampu menyaingi armada dagang barat lainnya di Indonesia
dagang Barat lainnya di Indonesia, seperti Belanda. Mereka akhirnya
memusatkan aktivitas perdagangannya di India. Mereka berhasil membangun
kota-kota perdagangan seperti Madras, Kalkuta, dan Bombay.4. Bangsa
BelandaArmada Belanda yang pertama berusaha mencapai Indonesia dipimpin
Van Neck, namun ekspedisi ini gagal. Kemudian, pada tahun 1595 armada
Belanda dipimpin Cornelis de Houtman dan Pieter de Kaizer berangkat
menuju Indonesia. Mereka menyusuri pantai barat Afrika lalu sampai ke
Tanjung Harapan Baik. Dari sana, mereka mengarungi Samudera Hindia dan
masuk ke Indonesia melalui Selat Sunda lalu tiba di Banten.Armada ini
tidak diterima oleh rakyat Banten karena Belanda bersikap kasar. Selain
itu, hubungan antara Banten dan Portugis masih baik.Dari Banten, armada
ini bermaksud menuju Maluku untuk membeli rempah-rempah namun gagal
mencapai Maluku. Cornelis de Houtman tiba kembali di negerinya pada
tahun 1597. ia disambut sebagai penemu jalan ke Indonesia.Setelah
Cornelis, armada Belanda datang ke Indonesia susul menyusul. Hal ini
mengakibatkan lalu lintas Indonesia – Belanda menjadi ramai. Armada
Belanda yang pertama mencapai Maluku adalah armada kedua. Mereka
berhasil melakukan pembelian remapah-rempah disana.Pada awalnya, Belanda
memang gagal menghadapi persaingan dengan Portugis, baik di Maluku
maupun di pelabuhan-pelabuhan lain di Indonesia. Namun, karena armada
Belanda semakin hari semakin bertambah, sedikit demi sedikit armada
Portugis mulai terdesak. Akhirnya Portugis terusir dari Maluku menandai
era kolonialisme Belanda di Indonesia. Sejak itu, pedagang-pedagang
Belanda semakin banyak yang datang ke Maluku.Untuk mengatasi persaingan
diantara pedagang-pedagang Belanda sendiri, pada tahun 1602 dibentuk VOC
(Vereenigde OostIndische Compagnie) atau persekutuan Dagang Hindia
Timur. VOC dipimpin oleh De Heren Zuventien (Dewan Tujuh Belas) dengan
Pieter Both sebagai gubernur jenderal yang pertama.Semula VOC berpusat
di Ambon. Namun, sejak kepemimpinan Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon
Coen, pusat VOC dipindah ke Jayakarta yang kemudian berganti nama
menjadi BataviaUntuk memperkuat kedudukan VOC di Indonesia, pemerintah
Belanda memberikan hak-hak istimewa. Hak-hak istimewa VOC tersebut
antara lain :v Hak monopoli dagangv Hak membuat dan mencetak uangv Hak
membentuk tentarav Hak menyatakan perang ataupun membuat
perjanjianDengan hak-hak tersebut berarti VOC memiliki kekuasaan seperti
suatu negara. Mereka dapat bertindak bebas tanpa harus konsultasi lebih
dulu dengan pemerintah Belanda di negeri induk.Bangsa Eropa datang ke
Asia termasuk Indonesia karena mereka ingin berdagang, menyalurkan jiwa
penjelajah, dan menyebarkan agama. Untuk itu, bangsa-bangsa Eropa
mencari jalan baru dengan mengarungi samudera. Pelapornya adalah bangsa
Portugis dan Spanyol. Pelaut-pelaut terkenal dari Portugis adalah
Bartholomeus Diaz dan Vasco da Gama. Sedangkan pelaut dari Spanyol
adalah Columbus dan Magellan. Bakat kepeloporannya, Portugis dan Spanyol
berhasil menguasai jalur berlayar, terutama untuk mencari kekayaan.
Indonesia sebagai daerah penghasil rempah-rempah menjadi rebutan.
Akhirnya, bangsa-bangsa Eropa tersebut berhasil menjajah Indonesia.
Belanda adalah bangsa yang paling lama berkuasa dan paling banyak
mengeruk keuntungan perdagangan di Indonesia dibandingkan bangsa
Portugis dan Inggris
Perjuangan Rakyat Indonesia Melawan Penjajah
PERJUANGAN RAKYAT MELAWAN PENJAJAH BELANDA
Bangsa
Belanda pernah menguasai Indonesia lebih dari 300 tahun. Dalam kurun waktu itu,
berkali-kali rakyat Indonesia mengadakan perlawanan. Pada bagian ini kita akan
membahas tentang kedatangan Bangsa Belanda ke Indonesia, bentuk-bentuk
penindasan Bangsa Belanda, dan perjuangan menentang penjajahan Bangsa Belanda.
1. Kedatangan Bangsa Belanda
Bangsa
Eropa mulai mencari barangbarang kebutuhan sehari-hari, seperti buah-buahan,
rempah-rempah, wol, porselin , dan lain-lain dari negara-negara di luar Eropa.
Indonesia, terkenal sebagai tempat penghasil rempah-rempah. Rempah- rempah yang
dihasilkan bangsa Indonesia digunakan sebagai bahan obatobatan, penyedap
makanan, dan pengawet makanan. Maka, berlomba-lombalah Bangsa Eropa untuk
mendapatkan rempah-rempah dari Indonesia. Bangsa Belanda sampai ke Indonesia pada
tanggal 22 Juni 1596. Armada Belanda berhasil mendarat di Banten, Jawa Barat.
Pada awalnya, kedatangan Bangsa Belanda disambut baik oleh Sultan Banten.
Kegiatan perdagangan menjadi ramai. Namun, hal itu tidak berlangsung lama.
Bangsa Belanda berubah menjadi serakah dan kasar. Sikap itu menyebabkan mereka
dimusuhi dan diusir dari Banten.
2. Penindasan lewat VOC
Dua tahun
setelah kedatangan pertama, bangsa Belanda datang lagi ke Indonesia. Kali ini
mereka bersikap baik dan ramah. Belanda dapat diterima kembali di Indonesia.
Banyak pedagang Belanda datang ke Indonesia. Hal ini mengakibatkan terjadinya
persaingan dagang dan pertikaian di antara mereka. Akibatnya, harga
rempah-rempah tidak terkendali. Untuk
menghindari
pertikaian yang lebih parah pada tanggal 20 Maret 1602 dibentuk Perkumpulan
Dagang Hindia Timur atau Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC). Mula-mula kegiatan VOC hanya berdagang. Akan tetapi,
lama-kelamaan VOC berusaha menguasai perdagangan (monopoli). Untuk mewujudkan maksud itu VOC
membentuk tentara, mencetak mata uang sendiri, dan mengadakan perjanjian dengan
raja-raja setempat.
Di Maluku
VOC melakukan Pelayaran Hongi (patroli laut) untuk mengawasi rakyat Maluku agar tidak menjual
rempah-rempah mereka kepada pedagang lain. Untuk mempertahankan harga, VOC juga
memerintahkan penebangan sebagian pohon rempah-rempah milik rakyat. VOC
memberikan hukuman berat kepada rakyat yang melanggar aturan monopoli itu.
Pusat-pusat
perdagangan yang dikuasai VOC adalah Ambon, Jayakarta, dan Banda. Pusat
perdagangan Jayakarta direbut Belanda pada masa Gubernur Jenderal
J.P. Coen. Ia mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia. Coen kemudian membangun kota
Batavia dengan gaya Belanda. Kantor VOC yang semula ada di Ambon dipindahkan ke
Batavia. VOC mampu berdiri dalam waktu yang sangat lama. Pada Tanggal 31
Desember 1799, VOC dibubarkan. VOC dibubarkan karena sebab-sebab berikut ini :
- Pejabat-pejabat VOC melakukan korupsi dan hidup mewah.
- VOC menanggung biaya perang yang sangat besar.
- Kalah bersaing dengan pedagang Inggris dan Prancis.
- Para pegawai VOC melakukan perdagangan gelap.
Pada
tanggal 1 Januari 1800, kekuasaan VOC di Indonesia digantikan langsung oleh pemerintah
Kerajaan Belanda. Semua hutang VOC ditanggung oleh Kerajaan Belanda. Sejak saat
itu, Indonesia diperintah lansung oleh pemerintah Belanda. Pemerintahan
Kerajaan Belanda atas wilayah Indonesia ini berlansung sampai tahun 1942.
Pemerintah Belanda di Indonesia dinamakan Pemerintahan Hindia Belanda.
3. Penindasan lewat kerja paksa, penarikan pajak, dan tanam paksa
Pada tahun
1806, Napoleon Bonaparte berhasil menaklukkan Belanda. Napoleon mengubah bentuk negara Belanda dari kerajaan menjadi republik. Napoleon ingin memberantas penyelewengan dan korupsi serta mempertahankan Pulau Jawa dari Inggris. Ia mengangkat
Herman Willem Daendels menjadi Gubernur Jenderal di Batavia. Untuk menahan serangan
Inggris,
Daendels melakukan tiga hal, yaitu :
- menambah jumlah prajurit,
- membangun pabrik senjata, kapal-kapal baru, dan pos-pos pertahanan,
- membangun jalan raya yang menghubungkan pos satu dengan pos lainnya.
Daendels
memberlakukan kerja paksa tanpa upah untuk membangun jalan. Kerja paksa ini
dikenal dengan nama kerja rodi. Rakyat dipaksa membangun Jalan
Raya Anyer-Panarukan yang panjangnya sekitar 1.000 km. Jalan
ini juga dikenal dengan nama Jalan Pos. Selain untuk membangun jalan raya, rakyat juga dipaksa menanam
kopi di daerah Priangan untuk pemerintah Belanda. Banyak rakyat Indonesia yang
menjadi korban kerja rodi. Untuk mendapatkan dana biaya perang pemerintah
kolonial Belanda menarik pajak dari rakyat. Rakyat diharuskan membayar pajak
dan menyerahkan hasil bumi kepada pemerintah Hindia Belanda. Pada tahun 1811,
Daendels dipanggil ke Belanda. Ia digantikan oleh Gubernur Jenderal Janssens. Saat itu
pasukan Inggris berhasil mengalahkan Belanda di daerah Tuntang, dekat Salatiga,
Jawa Tengah. Gubernur Jenderal Janssens terpaksa menandatangani Perjanjian Tuntang. Berikut ini isi Perjanjian
Tuntang :
- Seluruh wilayah jajahan Belanda di Indonesia diserahkan kepada Inggris.
- Adanya sistem pajak/sewa tanah.
- Sistem kerja rodi dihapuskan.
- Diberlakukan sistem perbudakan.
Inggris
berkuasa di Indonesia selama lima tahun (1811-1816). Pemerintah Inggris mengangkat
Thomas Stamford Raffles menjadi Gubernur Jenderal di Indonesia. Pemerintah
memberlakukan sistem sewa tanah yang dikenal dengan nama landrente. Rakyat yang menggarap tanah diharuskan menyewa dari pemerintah.
Pada tahun 1816, Inggris menyerahkan wilayah Indonesia kepada Belanda. Pemerintah
Belanda menunjuk Van Der
Capellen sebagai gubernur jenderal. Van Der
Capellen mempertahankan monopoli
perdagangan
yang telah dimulai oleh VOC dan tetap memberlakukan kerja paksa.
- Pada tahun 1830, Van Der Capellen diganti Van Den Bosch. Bosch mendapat tugas mengisi kas Belanda yang kosong. Ia memberlakukan tanam paksa atau cultuur stelsel untuk mengisi kas pemerintah yang kosong. Van Den Bosch membuat aturanaturan untuk tanam paksa sebagai berikut.Rakyat wajib menyediakan 1/5 dari tanahnya untuk ditanami tanaman yang laku di pasaran Eropa.
- Tanah yang dipakai untuk tanamam paksa bebas dari pajak.
- Hasil tanaman diserahkan kepada Belanda.
- Pekerjaan untuk tanam paksa tidak melebihi pekerjaan yang diperlukan untuk menanam padi.
- Kerusakan-kerusakan yang tidak dapat dicegah oleh petani menjadi tanggungan Belanda.
- Rakyat Indonesia yang bukan petani harus bekerja 66 hari tiap tahun bagi pemerintah Hindia Belanda.
Kenyataannya,
ada banyak penyelewengan dari ketentuan itu. Misalnya, tanah yang harus
disediakan oleh petani melebihi luas tanah yang telah ditentukan, rakyat harus
menanggung kerusakan hasil panen, rakya harus bekerja lebih dari 66 hari, dan
lain-lain. Akhirnya ketentuanketentuan yang diatur dalam tanam paksa tidak
berlaku sama sekali.
Pemerintah
Belanda semakin bertindak sewenang-wenang. Tanam paksa mengakibatkan
penderitaan luar biasa bagi rakyat Indonesia. Hasil pertanian menurun. Rakyat
mengalami kelaparan. Akibat kelaparan banyak rakyat yang mati. Sebaliknya,
tanam paksa ini memberikan
keuntungan
yang melimpah bagi Belanda. Namun, masih ada orang Belanda yang peduli terhadap
nasib rakyat Indonesia. Di antaranya adalah Douwes
Dekker. Ia mengecam tanam paksa melalui
bukunya yang berjudul Max Havelaar, dengan nama samaran Multatuli. Max Havelaar menceritakan penderitaan bangsa Indonesia sewaktu
dilaksanakan tanam paksa.
Max
Havelaar menggegerkan seluruh warga Belanda. Timbul perdebatan hebat tentang
tanam paksa di negeri Belanda. Akhirnya, Parlemen Belanda me-mutuskan untuk
menghapus tanam paksa secepatnya.
4. Perlawanan menentang
penjajahan Belanda
Monopoli
perdagangan, kerja paksa, penarikan pajak, sewa tanah, dan tanam paksa menimbulkan
banyak kerugian dan membuat sengsara rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia tidak
tahan lagi. Rakyat Indonesia melakukan perlawanan memperjuangkan martabat dan
kemerdekaannya. Dari seluruh penjuru tanah air timbul perlawanan terhadap
penjajah Belanda. Perhatikan peta perlawanan-perlawanan yang terjadi pada Gambar 6.6 di halaman 136 atas! Kita akan
membahas beberapa di antaranya.
a. Perlawanan terhadap VOC
Pada saat
VOC berkuasa di Indonesia terjadi beberapa kali perlawanan. Pada tahun 1628 dan
1629, Mataram melancarkan serangan besar-besaran terhadap VOC di Batavia. Sultan Agung mengirimkan ribuan prajurit untuk menggempur
Batavia dari darat dan laut. Di Sulawesi Selatan VOC mendapat perlawanan dari
rakyat Indonesia di bawah pimpinan Sultan Hassanuddin. Perlawanan terhadap VOC di
Pasuruan Jawa Timur dipimpin oleh Untung Suropati. Sementara Sultan Ageng Tirtayasa mengobarkan perlawanan di daerah
Banten.
b. Perlawanan Pattimura (1817)
Belanda
melakukan monopoli perdagangan dan memaksa rakyat Maluku menjual hasil rempah-rempah hanya kepada Belanda, menentukan harga rempah-rempah secara semena-mena, melakukan pelayaran hongi, dan menebangi tanaman rempahrempah milik rakyat. Rakyat Maluku berontak atas perlakuan Belanda. Dipimpin oleh Thomas Matulessi yang nantinya terkenal dengan nama Kapten Pattimura, rakyat Maluku melakukan perlawanan pada tahun
1817.
Pattimura dibantu oleh Anthony Ribok, Philip
Latumahina, Ulupaha, Paulus Tiahahu, dan seorang pejuang wanita Christina Martha Tiahahu. Perang
melawan Belanda meluas ke berbagai daerah di Maluku, seperti Ambon, Seram,
Hitu, dan lain-lain.
Belanda
mengirim pasukan besarbesaran. Pasukan Pattimura terdesak dan bertahan di dalam
benteng. Akhirnya, Pattimura dan kawan-kawannya tertawan. Pada tanggal 16
Desember 1817, Pattimura dihukum gantung di depan Benteng Victoria di Ambon.
c. Perang Padri (1821-1837)
Perang
Padri bermula dari pertentangan antara kaum adat dan kaum agama (kaum Padri). Kaum
Padri ingin memurnikan pelaksanaan agama Islam. Gerakan Padri itu ditentang
oleh kaum adat. Terjadilah bentrokan- bentrokan antara keduanya. Karena terdesak,
kaum adat minta bantuan kepada Belanda. Belanda bersedia membantu kaum adat
dengan imbalan sebagian wilayah Minangkabau. Pasukan Padri dipimpin oleh Datuk Bandaro.
Setelah beliau wafat diganti oleh Tuanku Imam Bonjol. Pasukan Padri dengan taktik perang
gerilya, berhasil mengacaukan pasukan Belanda. Karena kewalahan, Belanda
mengajak berunding. Pada tahun
1925
terjadi gencatan senjata. Belanda mengakui beberapa wilayah sebagai daerah kaum
Padri. Perang Padri meletus lagi setelah Perang Diponegoro berakhir. Tahun 1833
terjadi pertempuran hebat di daerah Agam. Tahun 1834 Belanda mengepung pasukan Bonjol.
Namun pasukan Padri dapat bertahan sampai dengan tahun 1837. Pada tanggal 25
Oktober 1837, benteng Imam Bonjol dapat diterobos. Beliau tertangkap dan
ditawan.
d. Perang Diponegoro (1925-1830)
Perang
Diponegoro berawal dari kekecewaan Pangeran Diponegoro atas campur tangan Belanda terhadap istana dan tanah tumpah
darahnya. Kekecewaan itu memuncak ketika Patih
Danureja atas perintah Belanda memasang
tonggak-tonggak untuk membuat rel kereta api melewati makam leluhurnya. Dipimpin
Pangeran Diponegoro, rakyat Tegalrejo menyatakan perang melawan Belanda tanggal
20 Juli 1825. Diponegoro dibantu oleh Pangeran Mangkubumi sebagai penasehat, Pangeran Ngabehi
Jayakusuma sebagai panglima, dan Sentot Ali Basyah Prawiradirja
sebagai panglima perang. Pangeran Diponegoro juga didukung
oleh para ulama dan bangsawan. Daerah-daerah lain di Jawa ikut berjuang melawan
Belanda. Kyai Mojo dari Surakarta mengobarkan Perang Sabil. Antara tahun 1825-1826 pasukan
Diponegoro mampu mendesak pasukan Belanda. Pada tahun 1827, Belanda
mendatangkan bantuan dari Sumatra dan Sulawesi. Jenderal De Kock menerapkan taktik perang benteng stelsel. Taktik ini berhasil mempersempit
ruang gerak pasukan Diponegoro. Banyak pemimpin pasukan Pangeran Diponegoro
gugur dan tertangkap. Namun demikian, pasukan Diponegoro tetap gigih. Akhirnya,
Belanda mengajak berunding. Dalam perundingan
yang
diadakan tanggal 28 Maret 1830 di Magelang, Pangeran Diponegoro ditangkap Belanda.
Beliau diasingkan dan meninggal di Makassar.
e. Perang Banjarmasin
(1859-1863)
Penyebab
perang Banjarmasin adalah Belanda melakukan monopoli perdagangan
dan
mencampuri urusan kerajaan. Perang Banjarmasin dipimpin oleh Pangeran Antasari.
Beliau
didukung oleh Pangeran Hidayatullah. Pada tahun 1862 Hidayatullah ditahan
Belanda dan dibuang ke Cianjur. Pangeran Antasari diangkat rakyat menjadi
Sultan. Setelah itu perang meletus kembali. Dalam perang itu Pangeran Antasari
luka-luka dan wafat.
f. Perang Bali
(1846-1868)
Penyebab
perang Bali adalah Belanda ingin menghapus hukum tawan karang dan memaksa
Raja-raja Bali mengakui kedaulatan Belanda di Bali. Isi hukum tawan karang
adalah kerajaan berhak merampas dan menyita barang serta kapal-kapal yang
terdampar di Pulau Bali. Raja-raja Bali menolak keinginan Belanda. Akhirnya,
Belanda menyerang Bali. Belanda melakukan tiga kali penyerangan, yaitu pada
tahun 1846, 1848, dan 1849. Rakyat Bali mempertahankan tanah air mereka. Setelah
Buleleng dapat ditaklukkan, rakyat Bali mengadakan perang puputan, yaitu berperang sampai titik
darah terakhir. Di antaranya Perang Puputan Badung (1906), Perang Puputan
Kusumba (1908), dan Perang Puputan Klungkung (1908). Salah saut pemimpin
perlawanan rakyat Bali yang terkenal adalah Raja Buleleng dibantu oleh Gusti Ketut Jelantik.
g. Perang
Sisingamangaraja XII (1870-1907)
Pada saat
Sisingamangaraja memerintah Kerajaan Bakara, Tapanuli, Sumatera Utara,
Belanda
datang. Belanda ingin menguasai Tapanuli. Sisingamangaraja
beserta rakyat Bakara mengadakan perlawanan. Tahun
1878, Belanda menyerang Tapanuli. Namun, pasukan
Belanda
dapat dihalau oleh rakyat. Pada tahun 1904 Belanda kembali menyerang tanah
Gayo. Pada saat itu Belanda juga menyerang daerah Danau Toba. Pada tahun 1907,
pasukan Belanda menyerang kubu pertahanan pasukan Sisingamangaraja XII di
Pakpak. Sisingamangaraja gugur dalam penyerangan itu. Jenazahnya dimakamkan di Tarutung,
kemudian dipindahkan ke Balige.
h. Perang Aceh
(1873-1906)
Sejak
terusan Suez dibuka pada tahun 1869, kedudukan Aceh makin penting baik dari segi
strategi perang maupun untuk perdagangan. Belanda ingin menguasai Aceh. Sejak
tahun 1873 Belanda menyerang Aceh. Rakyat Aceh mengadakan perlawanan di bawah
pemimpin-pemimpin Aceh antara lain Panglima Polim, Teuku Cik
Ditiro, Teuku Ibrahim,
Teuku Umar, dan Cut Nyak Dien. Meskipun sejak tahun 1879 Belanda
dapat menguasai Aceh, namun wilayah pedalaman dan pegunungan dikuasai
pejuang-pejuang Aceh. Perang gerilya membuat pasukan Belanda kewalahan. Belanda
menyiasatinya dengan stelsel konsentrasi, yaitu memusatkan pasukan supaya pasukannya dapat lebih
terkumpul.
Belanda
mengirim Dr. Snouck Hurgronje untuk mempelajari sistem kemasyarakatan penduduk Aceh. Dari penelitian
yang dibuatnya, Hurgronje menyimpulkan bahwa kekuatan
Aceh
terletak pada peran para ulama. Penemuannya dijadikan dasar untuk membuat siasat
perang yang baru. Belanda membentuk pasukan gerak cepat (Marchose) untuk mengejar
dan
menumpas gerilyawan Aceh. Dengan pasukan marchose Belanda berhasil mematahkan
serangan gerilya rakyat Aceh. Tahun 1899, Teuku Umar gugur dalam pertempuran di
Meulaboh. Pasukan Cut Nyak Dien yang menyingkir ke hutan dan mengadakan perlawanan
juga dapat dilumpuhkan.Dari beberapa perlawanan yang dilakukan oleh rakyat di berbagai daerah pada awalnya mengalami kemenangan tetapi pada akhirnya mengalami kekalahan. Hal itu disebabkan karena beberapa hal antara lain :
1. Rakyat tidak bersatu, tetapi berjuang secara kedaerahan.
2. Rakyat mudah diadu domba, ingat politik devide et impera (politik adu domba).
3. Kurangnya persenjataan.
Satuhal yang patut ingat dan diteladani adalah :
1. Semua para pahlawan berjuang dengan rela berkorban dan tanpa pamrih
2. Para pahlawan memiliki jiwa dan semangat hidup gotong royong yang tinggi
3. Perlawanan rakyat menunjukkan bahwa semua rakyat menolak segala bentuk penjajahan
Sumber : http://asagenerasiku.blogspot.com/2012/05/perjuangan-rakyat-melawan-penjajah.html
Label:
Pendidikan,
Perjuangan
Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia
![]() |
| bangsa eropa |
Label:
Pendidikan,
Perjuangan




Tidak ada komentar:
Posting Komentar