Sport

Kemenangan Barca atas Man.City Berkat Pinalti Kontroversial ?

Kemenangan Barcelona FC atas Manchester City di Etihad dini hari tadi menimbulkan kontroversi terkait hadiah penalti yang diberikan wasit kepada Barca.

Dalam laga babak 16 besar Liga Champions, City harus takluk 2-0 atas tamunya Barca. Gol pertama dari titik putih yang dicetak Lionel Messi dinilai menjadi awal hancurnya City.

Nah, penalti Messi diawali oleh pelanggaran yang dilakukan Martin Demichelis. Selain dihukum tendangan penalti, The Citizens juga harus bermain 10 orang setelah Demichelis diusir wasit. Yang jadi pertanyaan adalah, apakah pelanggaran Demichelis berada di dalam kotak terlarang dan benar-benar layak berujung hukuman penalti? Berikut cuplikan pelanggaran Demichelis terhadap Messi:


(101gg/gag)
Sumber : Bolanet.com 


Daftar Ulang Final Liga Champions 1999


Ringkasan pertandingan

Babak pertama

Enam menit setelah pertandingan dimulai, bek Ronny Johnsen dari Man. United melanggar striker Bayern Carsten Jancker. Mario Basler mengeksekusi free-kick itu dengan rendah, melewati pagar betis, membobol gawang United. Tendangan Mario Basler cukup spektakuler -- melengkung rendah tepat ke pojok kiri gawang United yang dikawal oleh Peter Schemeichel.

Awal mula yang buruk bagi United. Memasuki pertengahan babak pertama, pasukan Fergie mulai mendominasi tetapi gagal menciptakan peluang yang berbahaya ke arah gawang Bayern. Jelas sekali Setan Merah menjadi kurang eksplosif tanpa gelandang Paul Scholes dan Roy Keane -- terkena hukuman di semifinal sebelumnya.

Di lain pihak, lini pertahanan Bayern yang diatur Ottmar Hitzfeld tanpak sangat rapi dan teratur. Andy Cole, yang berusaha mendekati kotak penalti, langsung dihadang oleh bek-bek Die Roten. Bayern Muenchen juga tampak berusaha melakukan counter-attack saat United kehilangan bola di daerah Bayern. Carsten Jancker memberondong lini belakang United dengan aksi solo-run yang baik -- tetapi terkena off-side, terima kasih untuk lini pertahanan rapi yang dipimpin oleh Jaap Stam.

Andy Cole berhasil melepaskan tendangan di kotak München, tetapi kiper Oliver Kahn berhasil menepis bola. Kemudian, Alexander Zickler melakukan tendangan spekulasi yang melebar ke gawang Schmeichel. Mario Basler mengeksekusi free-kick sekali lagi, gagal mengarah ke gawang. Di akhir babak pertama, sayap kanan United Ryan Giggs menerima umpan dari Cole, disundul olehnya ke arah Kahn, gagal menjadi gol. Babak pertama berakhir.

Babak kedua

Awal babak kedua, Jancker berhasil memaksa Peter Schmeichel terbang menyelamatkan gawangnya. Basler kembali mengancam United lewat tendangan spekulasinya dari jarak 30 meter, dan lalu memberikan umpan yang gagal dimanfaatkan oleh Markus Babbel.

United balik menyerang. Di menit ke-55, Giggs memberikan umpan silang kepada Jesper Blomqvist, ditendang oleh Jesper, hanya mengenai tiang gawang. Waktu yang menipis memaksa pelatih United Alex Ferguson menukar Blomqvist dengan Teddy Sheringham untuk mencetak satu gol saja -- United berusaha memaksa München bermain imbang.

Pelatih Bayern, Ottmar Hitzfeld menukar Zickler dengan gelandang Mehmet Scholl. Hasilnya langsung tampak, dan Bayern München tampak mendominasi. Scholl memberikan peluang bagi Stefan Effenberg, sebuah tendangan keras yang sayangnya melenceng. Schmeichel kembali mematahkan peluang Bayern setelah men-tip tendangan Effenberg di menit 75. Lalu, Basler kembali membuka peluang dengan aksi solo-run yang gagal membuahkan gol, tetapi Scholl di sana men-chip bola... memantul tiang, bola ke tangan Schmeichel.

Memasuki 10 menit terakhir, tampaknya Old Trafford akan menangis. Ferguson mengeluarkan Andy Cole dan memasukkan Ole Gunnar Solskjaer -- yang saat itu dikenal sebagai supersub. Solskjaer langsung memaksa Kahn menepis sundulan terarah Solskjaer -- sangat dekat dengan gol yang dinanti. Semenit kemudian Carsten Jancker menendang keras, menghantam tiang gawang. Lima menit terakhir, aksi Teddy Sheringham dengan tendangan voli dan sundulan dari Solskjaer memaksa Oliver Kahn berjibaku menyelamatkan gawang.

Injury time

Offisial keempat memberikan waktu tiga menit bagi Fergie's Fledgings untuk mencetak dua gol. Segera setelah memasuki injury time, United mendapatkan peluang lewat tendangan bebas. Penonton berpikir bahwa ini adalah serangan terakhir United. Sebelum Beckham mengeksekusi, Peter Schmeichel maju ke depan untuk mencetak gol.
Mukjizat terjadi. Tendangan Beckham melayang di atas kepala Schmeichel. Dwight Yorke di sana, mengeksekusi... digagalkan oleh Thorsten Fink, disapu keluar. Sapuan tidak sempurna -- Giggs ada di sana! Giggs, di sisi kanan lapangan, menembak -- sayang terlalu lemah dan lambat... ada Sheringham di sana! Menyapu bola dengan kaki kanan... GOL!!! Bersarang di pojok gawang! Tampak United memaksa perpanjangan waktu digelar -- tujuan Fergie untuk Sheringham tercapai.
Keajaiban terus berlanjut. 30 detik kemudian, satu lagi tendangan pojok untuk United -- Schmeichel tetap di gawangnya kalau-kalau Bayern melakukan serangan balik. Beckham kembali mengeksekusi tendangan pojok, disundul oleh Sheringham ke bawah... ada Solskjaer! Tendangan ke atas... masuk ke gawang München!sliding di lututnya. Sontak sorak-sorai dari seantero stadion -- yang disebut Pierluigi Collina sebagai "auman singa". Solskjaer dikerubungi oleh para pemain United, pengganti, dan juga staf-stafnya di bangku cadangan. Schmeichel tampak sangat gembira di area gawangnya.
Gol kembali dicetak United. Solskjaer meniru perayaan gol Mario Basler sebelumnya dengan
Permainan masih dilanjutkan, skor sudah 2-1 dan tinggal semenit lagi untuk bermain. Namun, pemain Bayern tampak sudah kehilangan semangat. Mereka kalah di laga yang sebelumnya mereka menangkan 2 menit sebelumnya. Beberapa kembang api sudah diluncurkan dari fans München beberapa saat sebelum keajaiban terjadi. Bahkan pemahat tulisan "Bayern München" di trofi LC dan pita dekorasi abu-abu (untuk München) sudah disiapkan dan trofi sudah dibawa ke pinggir lapangan. Ketika United mencetak gol kedua, trofi dibawa kembali ke dalam dan dihiasi dengan pita merah-putih untuk Man. United -- tulisan Manchester United di trofi agak berantakan.
United mempertahankan kemenangan mereka, artinya mereka meraih trofi kedua mereka di Liga Champions. Samuel Kuffour menangis setelah pertandingan, dalam kesedihan, begitu pula dengan Carsten Jancker. Muka Lothar Matthaus tampak kosong setelah gol kedua United. Dia telah ditukar empat menit sebelumnya. Faktanya, di akhir kariernya Matthaus gagal meraih trofi Liga Champion -- ia telah memenangkan seluruh piala di Jerman, Piala UEFA, dan Piala Dunia. Clive Tyldesley berkomentar, "Apa yang harus dipikirkan Lothar Matthaus? Yah, sungguh suatu kehormatan, siapa peduli?"
Ketika trofi diberikan kepada Manchester United, kapten Fergie's Fledglings malam itu, Peter Schmeichel, mengangkat trofi bersama-sama dengan gaffer Alex Ferguson. Biasanya hanya kapten yang mengangkat trofi. Ini juga menjadi final terakhir dan pertandingan terakhir Peter Schmeichel. Ia memutuskan pensiun setelah pertandingan ini.
(source : http://id.wikipedia.org)


Profil Adnan Januzaj (Berlian Manchester United)

Sosok Adnan Januzaj tidak mencuat sebelum pemain asal Belgia tersebut selalu dimainkan oleh pelatih Manchester United, David Moyes, pada pertandingan pramusim di Asia dan Australia menjelang kompetisi musim 2013/14 nanti.

Pemain berusia 18 tahun tersebut mencuri perhatian setelah ia tampil memukau ketika United dibekuk Singha All-Stars di Thailand. Ia menjadi pemain yang mencolok di antara pemain-pemain United lain yang tampil tidak maksimal.

Setelah itu, Moyes terus memberinya kesempatan bermain di laga-laga berikutnya menghadapi A-League All-Stars, Yokohama Marinos dan Cerezo Osaka. Dan Januzaj tidak mengecewakan Moyes dengan penampilan apiknya meski hasil akhir klub tidak berbuah maksimal.

Momen puncak Januzaj akhirnya datang ketika United bertandang ke Hong Kong, ia berhasil menyumbangkan satu gol untuk tim dalam kemenangan telak 5-2 atas Kitchee United.

"Sejumlah pemain muda, Adnan dan Jese Lingard, yang saya tak tahu banyak mengenai mereka, bermain bagus," puji David Moyes.

Karena performa impresifnya sepanjang pertandingan pramusim, Moyes sudah memiliki rencana untuk memasukannya dalam skuat musim 2013/14, dan ia diyakini mempersiapkan kontrak dengan durasi jangka panjang untuk Adnan, agar kejadian Paul Pogba, yang hengkang ke Juventus, tidak dialami lagi oleh Setan Merah.

                              Adnan Januzaj beraksi ketika menghadapi Singha All-Stars


Adnan Januzaj adalah pemain kelahiran Belgia pada 1995 silam, kemampuannya yang mencolok di tim akademi Anderlecht membuat United tertarik dan memboyongnya pada tahun 2011 silam.

Namun, usaha United untuk mendapatkan tanda tangan Januzaj tidak mudah, karena mereka harus bersaing dengan klub raksasa Primera Liga Spanyol, Barcelona. Pada akhirnya, United berhasil memenangkan persaingan dengan menebus sang pemain dengan banderol £297 ribu.

Januzaj sendiri telah membuktikan potensinya di musim kemarin, ia menjadi pemain terbaik tim reserves Manchester United dan berperan krusial dalam membawa timnya menjadi juara kompetisi tim cadangan Liga Primer Inggris.

Ia memiliki gaya permainan yang flamboyan dengan teknik tinggi. Dia dapat bermain sebagai sentral di lini tengah ataupun ditempatkan di sisi sayap kanan ataupun kiri. Gaya mainnya tidak jauh berbeda dengan gelandang United asal Jepang Shinji Kagawa.

Dia memiliki visi yang sangat luas dan memiliki insting untuk dapat menemukan ruang kosong dan celah di pertahanan lawan. Hal yang telah ia tunjukkan ketika mencetak gol ke gawang Kitchee.

Selain itu, keunggulan lain yang dimiliki pemain berkaki kidal ini adalah tendangan bebasnya yang sangat akurat untuk pemain seumurnya. Kecintaannya pada sepakbola diyakini menjadi salah satu alasan besarnya kualitas yang ia miliki.

"Sejak berusia lima tahun, saya senang bermain sepakbola dan selalu memiliki bola di kaki saya. Saya hanya berusaha menjalani karir di sini karena saya benar-benar mencintai sepakbola dan saya harap saya dapat terus melanjutkannya dan melakukan sesuatu untuk masa depan," ujar Januzaj seperti yang dilansir laman resmi klub.

"Dia telah berkembang dalam hal khusus dan saya pikir dia mendapatkan edukasi yang sangat luar biasa di Belgia. Dia telah datang ke sini dengan teknik yang bagus dan bertekad untuk menjadi seorang pesepakbola," ungkap Warren Joyce, pelatih tim cadangan Manchester United.

Bahkan, ia tampak ditakdirkan menjadi seorang bintang, ia dilahirkan pada tanggal 5 Februari, tanggal yang sama dengan mantan bintang Manchester United Cristiano Ronaldo, bintang asal Brasil Neymar dan juga Carlos Tevez.

Selain itu, ia juga akan menjadi bagian dari generasi emas tim nasional Belgia, yang saat ini sudah dihuni oleh pemain-pemain seperti Eden Hazard, Romelu Lukaku, Vincent Kompany, Jan Vertonghen, Marouane Fellaini, Simon Mignolet, Thomas Vermaelen, Kevin de Bruyne dan lainnya.

Semua jalan untuk menjadi pemain bintang tampaknya sudah berada di depan Adnan Januzaj, pengalaman bermain di klub sebesar United dan juga bermain bersama bintang-bintang di timnas Belgia (jika dipanggil ke timnas senior) akan membuatnya semakin berkembang secara mental dan teknik.

Siap menyambut bintang baru di musim 2013/14?



“Adnan adalah pemain serba bisa yang sangat menarik. Dia hanya berusia 18 tahun dan masih berkembang. Tetapi dia memiliki keseimbangan yang baik, kecepatan yang bagus dan teknik yang menawan."

- Sir Alex Ferguson

Cristiano Ronaldo dan Kartu Merahnya

Cristiano Ronaldo mencetak gol, itu sudah bukan hal yang mengejutkan. Tapi lain ceritanya jika pemain terbaik 2013 tersebut mendapat kartu merah.

Jujur saja, berapa kali Anda melihat Ronaldo diusir keluar saat pertandingan berlangsung?

Jumlahnya memang tak sefantastis saat dia mencetak gol, tapi melihat angka yang muncul, sepertinya rekor tersebut cukup merusak kredibilitasnya.

DATA & FAKTA
Kartu Merah Cristiano Ronaldo
  • Ronaldo mendapat delapan kartu merah di sepanjang karirnya.
  • Empat kartu merah diterimanya saat membela Manchester United, dan empat lainnya bersama Real Madrid.
  • Kartu merah yang diterima Ronaldo dinihari tadi merupakan yang pertama diterimanya di luar Santiago Bernabeu.
  • Ronaldo juga menjadi pemain pertama dari tim lawan yang mendapat kartu merah di New San Mames Estadio.

Total, hingga laga dinihari tadi, sudah delapan kali Ronaldo mendapat kartu merah, baik langsung mau pun tidak langsung.

Selama 11 musim berakrir di level internasional, bersama Manchester United dan Real Madrid, delapan kartu merah bukanlah sesuatu yang mengesankan.

Bandingkan saja dengan Lionel Messi, rival abadinya. Tak sekalipun pemain Barcelona tersebut mendapat kartu merah.

Mungkin Ronaldo ingin disebut sebagai bad boy-nya dunia sepakbola, yang membuatnya sejajar bersama Zlatan Ibrahimovic dan Mario Balotelli, yang sudah beberapa kali mendapat kartu merah, itu pun bila yang diukur hanya dengan koleksi kartu merahnya.

Di laga dinihari tadi, Ronaldo terlihat temperamental. Beberapa kali dia tampak beradu argumen dengan rekan satu timnya. Usahanya mencetak gol juga beujung kegagalan. Sokongan dari lini tengah juga tak mengalir seperti biasanya.

Hingga akhirnya terjadi insiden, yang membuat Ronaldo terprovokasi dan mendorong Gurpegui. Wasit Ayra Gamez pun langsung mengeluarkan kartu merah untuknya.

Ronaldo dikenal sebagai pemain yang meledak-ledak, dan sayangnya, kelemahan itu dimaksimalkan untuk memprovokasi pemain Portugal tersebut. Tapi tidak semua kartu merah yang diterimanya berawal dari provokasi.

Kartu merah pertama Cristiano Ronaldo

Espulso (meminjam istilah dari sepakbola Italia untuk kartu merah) pertama Ronaldo terjadi saat dia menjalani musim pertamanya bersama Manchester United. Tampil di derby Manchester di City of Manchester Stadium pada 14 Januari 2006, Ronaldo mendapat kartu merah karena menendang Andy Cole. Dengan usia yang masih belia, Ronaldo pada saat itu dinilai kurang dewasa dan gegabah dalam melakukan aksinya.

Di awal musim 2007/08, Ronaldo kembali mendapat kartu merah. Kali ini karena menanduk Richard Hughes saat United menghadapi laga kedua Liga Primer Inggris musim tersebut melawan Portsmoth.

Aksinya itu berujung skors beberapa laga. Ronaldo mengaku menyesal dan belajar banyak dari hal itu dengan tak membiarkan pemain lain melakukan provokasi kepadanya.

Kartu merah kedua berujung pada komitmen tak terpancing pada provokasi.

Dan ketika meninggalkan United pada 26 Juni 2009 dan bergabung dengan Real Madrid, semua berjalan baik untuknya. Namun pada 6 Desember, Ronaldo mendapat kartu merah pertamanya bersama Madrid saat timnya menang 4-2 atas Almeria. Kartu merah tersebut merupakan akumulasi dua kartu kuning. Kartu kuning pertama diberikan karena membuka bajunya saat selebrasi gol dan kartu kuning kedua diberikan wasit karena menendang pemain lawan tiga menit setelah mendapat kartu kuning pertama.

Di musim pertamanya itu, Ronaldo bahkan mendapat dua kartu merah, yang kemudian tak diulanginya di dua musim berikutnya bersama Real Madrid. Ronaldo sepertinya belajar untuk lebih dewasa dalam bersikap di lapangan.

Dan akhirnya Ronaldo mendapat kartu merah ke delapan dalam perjalanan karirnya, dinihari tadi. Sepertinya dia lupa akan komitmennya pada awal musim 2007/08, di mana dirinya berjanji untuk tak mudah terprovokasi. Kalau sudah begini, bisa jadi Real Madrid yang merugi.
(Source : http://www.goal.com/id-ID/news/1357/sepakbola-spanyol/2014/02/03/4591558/catatan-cristiano-ronaldo-dan-kartu-merahnya)

 


Barca Takluk 2-3 dari Valencia

MADRID - Tuan rumah Barcelona takluk dari Valencia ketika mereka kalah 2-3 dalam pertandingan Liga Spanyol di Camp Nou, Sabtu malam (Minggu dinihari WIB).

Barca memang unggul lebih dulu setelah Alexis Sanchez mencetak gol pada menit kedelapan, namun Dani Parejo berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 sebelum turun minum.

Sundulan Pablo Piatti membawa Valencia berbalik unggul lewat golnya pada awal babak kedua, sebelum Lionel Messi pada menit 54 menyamakan skor dari titik penalti, gol pertamanya dalam liga sejak September lalu.

Tapi pemain bertahan Barca gagal membendung Sofiane Feghouli yang menusuk ke jantung pertahanan dan mengumpan Paco Alcacer yang mencetak gol kemenangan untuk Valencia pada menit 59.
Barcelona kemudian hanya punya 10 pemain di lapangan mulai menit 78 setelah Jodi Alba dikeluarkan wasit karena menerima kartu kuning kedua.

Dengan hasil itu, Atletico Madrid berpeluang mengambil alih posisi pertama klasemen jika mereka tidak kalah dalam pertandingan kandang menjamu Real Sociedad, Minggu waktu setempat.
Sementara Real Madrid bisa menggeser rival utamanya, Barca, jika Ronaldo dan kawan-kawan menang atas penghuni tempat keempat Athletic Bilbao.

Atletico Madrid dan Barcelona sekarang berbagi poin 54, sedangkan Real Madrid mengantongi 53
(Source : Bisnis.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar